BLANTERVIO103

Apa Itu Urban Sprawl?

Apa Itu Urban Sprawl?
Kamis, 17 Juni 2021

Dikutip dari jurnal Setioko (2009), sprawl dapat di artikan sebagai pembangunan yang tidak terencana, menyebar, kepadatan rendah dan tidak terstruktur dikawasan pinggiran perkotaan.

source : www.bloomberg.com

Pertumbuhan kota (urban growth) didefinisikan sebagai laju pertambahan penduduk di suatu wilayah perkotaan. Hal ini diakibatkan oleh urbanisasi yang merupakan perpindahan penduduk dari pedesaan ke perkotaan.

Laju urbanisasi yang meningkat setiap tahun menuntut lebih banyak pengembangan kawasan baru untuk perumahan, fasilitas sosial, komersial dan penggunaan lahan perkotaan lainnya. Namun, kurangnya batas kota yang jelas telah menyebabkan terciptanya urban sprawl yang merambah ke daerah lingkungan sensitif, daerah pertanian utama dan daerah yang tidak cocok untuk pembangunan. Selain itu, tingginya permintaan penggunaan lahan di kawasan strategis juga menyebabkan penggunaan lahan

Penyebaran perkotaan (urban sprawl) di negara-negara maju telah dimulai pada tahun 1950-an sebagai akibat dari urbanisasi yang cepat. Orang-orang yang memiliki kemampuan finansial yang lebih memiliki keinginan untuk tinggal di luar pusat kota besar. Keinginan tersebut didasari sebagai cara untuk menghindari lalu lintas yang padat, kebisingan suara, kejahatan dan masalah yang timbul di daerah perkotaan. Supaya memiliki area rumah yang lebih luas dan menikmati lingkungan hidup yang lebih baik di pinggiran kota, serta mempertahankan akses yang baik ke fasilitas dipusat kota. Seiring cepatnya perkembangan daerah pinggiran kota, semakin banyak tanah di area pedesaan yang diubah menjadi area bangunan. Banyak sekali terjadi alih fungsi lahan akibat pertumbuhan perkotaan. Maka tidak heran apabila area hijau yang semula sebagai area resapan air atau area taman dan lainnya berubah menjadi area bangunan.

Pola Pertumbuhan Urban Sprawl

Pola pertumbuhan urban sprawl telah menghasilkan wilayah metropolitan yang besar dengan kepadatan penduduk rendah, dimana Sebagian besar penduduk pinggiran kota tinggal dirumah keluarga tunggal atau perumahan yang dibangun di area pinggiran untuk bepergian ke tempat kerja, sekolah, dan kegiatan lainnya dengan menggunakan kendaraan. Proses ini ironisnya terkadang dipercepat dengan perencanaan pengambilan keputusan.

Proses perluasan areal perkotaan (urban sprawl) terdapat 3 garis besar yang perlu diperhatikan yaitu:

  1. Perkembangan konsentris (concentric development) dicirikan dengan perkembangan fisik kota yang mempunyai sifat rata pada bagian luar, cenderung lambat dan menunjukkan morfologi kota yang kompak.
  2. Perkembangan memanjang (ribbon development) dicirikan dengan perkembangan kota yang berkembang mengikuti jaringan transportasi yang ada sehingga peran jaringan transportasi memegang peranan yang sangat penting dalam proses perkembangan kota jenis ini.
  3. Perkembangan yang meloncat (leap frog development/checker-board development) dicirikan perkembangan kota yang tidak teratur atau meloncat dari kota induk. Tipe perkembangan jenis ini merupakan perkembangan kota yang tidak efektif dan efisien.

Secara umum, proses sprawl menimbulkan 5 kategori dampak yaitu dampak lingkungan, dampak transportasi, harga lahan, perubahan bentuk kota, dan perubahan sosial.

Referensi

Farisul Hanief, S. P. D. (2014). PENGARUH URBAN SPRAW L TERHADAP PERUBAHAN BENTUK KOTA SEMA ARANG DITINJAU DARI PERUBAHAN KONDISI FISIK KELURAHAN METESEH KECAMATAN T TEMBALANG. 2(1), 341–350.

Rossi-hansberg, E., & Ioannides, Y. M. (2005). URBAN GROWTH. Urban Growth, 02155(617), 1–12.

Setioko, Bambang. 2009. Growth of Urban in Finger Areas (Case Study: Semarang City). Sustainable Slum Upgrading in Urban Area.Informant Settlement and Affordable Housing. Unit of Research and Empowerment of Housing and Human Settlements Resources, Center for Information and Regional Development, Universitas Sebelas Maret, Surakarta PIPW LPPM UNS. p79- 88.

Zhang, X. Q. (2016). The trends, promises, and challenges of urbanization in the world. Habitat International, 54, 241–252. https://doi.org/10.1016/j.habitatint.2015.11.018.

Share This Article :
Feri Nugroho

Good understanding using database tools, data visualization, Remote Sensing & GIS Software, Graphic Design, and also understand the programming language PHP and MySQL. Interest on research-based of Conservation, Climate Change, Urban Growth, and Information systems.

TAMBAHKAN KOMENTAR

2956655655531813399