BLANTERVIO103

Cara Mengetahui ID Scopus Dengan Mudah

Cara Mengetahui ID Scopus Dengan Mudah
Senin, 25 April 2022


Mendengar kata Scopus bukan hal yang asing bagi kalangan akademisi, peneliti, dan mahasiswa. Scopus sendiri ialah salah satu pusat data (database) sitasi atau literatur ilmiah yang dimiliki oleh penerbit Elsevier, yang memiliki berbagai artikel di banyak bidang serta menjadi salah satu indexing terkemuka di dunia.

Setiap orang yang memiliki artikel ilmiah dan terindex Scopus, maka secara otomatis akan mendapatkan ID Scopus. ID Scopus sendiri berguna sebagai identitas penulis dan antara penulis satu dengan lainnya akan memiliki ID Scopus yang berbeda. Perlu digaris bawahi, ID Scopus tidak bisa didapatkan dengan cara mendaftar pada akun Scopus melainkan harus mempunyai artikel yang telah terindex Scopus itu sendiri.

Di Indonesia terdapat pusat data yang merangkum semua data penelitian dan menjadi salah satu indexing yang dikelola oleh Kemendikbud Ristek yaitu SINTA (Science and Technology Index). Untuk mengintegrasikan seluruh akun peneliti serta mengumpulkan semua artikel yang telah diterbitkan oleh penulis ke dalam satu akun diperlukan ID sebagai jembatan untuk menghubungkan antara tempat indexing dengan SINTA. 

Dengan adanya ID Scopus penulis dapat mensinkronisikan seluruh artikel ke dalam akun SINTA yang nantinya akan terekap berapa jumlah artikel dan juga banyaknya sitasi yang diperloleh dari setiap artikel. Dalam akun SINTA tersebut penulis akan mendapatkan skor dari tiap artikel yang terindex baik di Scopus maupun di indexing lainnya. 

Tampilan skor artikel di SINTA.

Cara Mengetahui ID Scopus

Berikut cara untuk mengetahui ID Scopus.

  1. Buka laman Scopus.
  2. Setelah masuk halaman utama Scopus, cari menu Author Search lalu klik.



  3. Selanjutnya, isi kolom nama dan afiliasi Anda. Jika anda bukan sebagai author pertama, afiliasi dapat dikosongkan karena kemungkinan gabung dengan author lainnya dalam hal ini author pertama (kasus seperti ini biasanya pada artikel kolaborasi). Pada kolom afiliasi sebaiknya diketik sesuai dengan afiliasi yang Anda cantumkan pada artikel. 



  4. Setelah itu klik tombol Search, maka nama dan artikel Anda akan tampil.



  5. Untuk mengetahui Scopus ID, Anda dapat mengarahkan pointer mouse Anda ke kotak disamping nama author yang menunjukkan angka 1 (artinya Anda sudah memiliki 1 buah artikel yang terindex di Scopus).



  6. Lalu klik kanan dan pilih Inspect element/inpeksi elemen.


    ID Scopus akan muncul seperti gambar di atas.

    Contoh:
    <input id="auid_57204075653" name="authorIds" data-doccount="1" data-checkboxgroup="authorResults" data-name="Nugroho, Feri" type="checkbox" value="57204075653" checked="checked">

Cara Cek Validasi ID Scopus

Silahkan copy dan paste alamat berikut di web browser Anda lalu ganti atau isikan ID Scopus.

https://www.scopus.com/authid/detail.uri?authorId=Ganti_Dengan_ID Scopus _Anda

Setelah itu akan muncul seperti contoh dibawah ini.

Share This Article :
Feri Nugroho

Good understanding using database tools, data visualization, Spatial Analysis with Remote Sensing & GIS Software, Graphic Design, and also understand the programming language PHP and MySQL. Interest on research-based of Conservation, Climate Change, Urban Growth, and Information systems.

TAMBAHKAN KOMENTAR

Click here for comments 6 komentar:

  1. Wah, baru tahu tentang Scopus dan cara melihat ID-nya Bang, terima kasih informasinya ya Bang.

    Saat ini Teddy juga sedang berkutat dengan Tugas Akhir kuliah.

    BalasHapus
  2. Menarik. Berarti yang bisa terindex hanya karya ilmiah ya. Sedangkan kebanyakan artikel di blog saya dibawakan dengan gaya santai dan tidak terlalu baku katanya.

    BalasHapus
  3. Seru, ya, kalau memahami hal-hal seperti ini. Dalam istilah buku fisik apakah Scopus itu semacam ISBN?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Berbeda, kalau ISBN kan sebagai identifikasi buku dan lebih ke komersil sedangkan scopus ini index lebih ke karya ilmiah.

      Hapus
  4. Baru tau saya tentang scopus ini. Bisa mudah cari artikel ilmiah nih

    BalasHapus
  5. Salah satu penyesalan ketika kuliah dulu itu, tidak meluangkan waktu untuk berani meneliti.
    Baru tahu juga ada Scopus..

    BalasHapus
2956655655531813399