Dapatkan pemberitahuan artikel terbaru saya dengan cara Berlangganan!

Tutorial Uji Wilcoxon Signed-Rank pada SPSS

Wilcoxon Signed-Rank Test merupakan metode statistik non-parametrik yang sesuai untuk menganalisis perbedaan dua pengukuran yang berpasangan.

Dalam penelitian kuantitatif, peneliti sering menghadapi kondisi ketika ingin membandingkan dua hasil pengukuran yang berasal dari subjek yang sama. Contohnya adalah perbandingan skor pre-test dan post-test setelah memperoleh data pelatihan, sebelum dan sesudah intervensi, atau pengukuran kondisi responden pada dua waktu yang berbeda.

Salah satu metode statistik yang dapat digunakan untuk kondisi tersebut adalah Wilcoxon Signed-Rank TestWilcoxon Signed-Rank Test merupakan metode statistik non-parametrik yang digunakan untuk menganalisis perbedaan antara dua pengukuran berpasangan (paired observations).

Wilcoxon Signed-Rank Test dapat menjadi alternatif dari Paired Samples t-Test, khususnya ketika asumsi normalitas data tidak terpenuhi atau ketika karakteristik data lebih sesuai dianalisis menggunakan pendekatan non-parametrik. Biasanya uji tersebut digunakan apabila jumlah responden sedikit.

Tutorial ini menjelaskan cara melakukan uji Wilcoxon Signed-Rank menggunakan IBM SPSS Statistics 27, mulai dari menyiapkan data, menjalankan analisis, membaca output, hingga menyusun kesimpulan penelitian.

Hipotesis dalam Uji Wilcoxon

Sebelum menjalankan analisis, hipotesis penelitian perlu ditentukan. Misalnya penelitian ingin mengetahui apakah terdapat perbedaan skor pengetahuan sebelum dan sesudah pelatihan atau kegiatan.

Hipotesisnya adalah

  • H0: Tidak terdapat perbedaan skor antara pre-test dan post-test.
  • H1: Terdapat perbedaan skor antara pre-test dan post-test.

Dalam pengujian statistik, keputusan biasanya didasarkan pada nilai Asymp. Sig. (2-tailed) atau Exact Sig., tergantung prosedur dan pengaturan analisis yang digunakan.

Dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Maka  aturan keputusan adalah

  • Jika p-value < 0,05, H0 ditolak.
  • Jika p-value ≥ 0,05, H0 tidak ditolak.

Istilah H0 tidak ditolak lebih tepat digunakan daripada mengatakan H0 diterima, karena hasil uji statistik tidak membuktikan bahwa H0 benar secara mutlak.

Menyiapkan Data pada SPSS

Buka IBM SPSS Statistics, kemudian buat dua variabel pada Variable View.

Variable View

Kemudian masuk ke Data View dan masukkan skor setiap responden.


Setiap baris mewakili satu responden, sedangkan kolom mewakili variabel pengukuran.

Melakukan Uji Wilcoxon Signed-Rank

Setelah data dimasukkan, ikuti langkah berikut.

Langkah 1: Membuka menu Analyze


Langkah 2: Memasukkan variabel

Masukkan variabel:

  • Pre-test
  • Post-test

ke dalam pasangan variabel yang akan dibandingkan. Jika menggunakan menu 2 Related Samples, pastikan kedua variabel berada dalam satu pasangan (Pair).

Nilai yang akan di eksekusi.

Masukkan nilai ke bagian Test Pairs.

Pada Test Type pilih Wilcoxon, kemudian pilih OK.

Hasil Uji Wilcoxon Signed-Rank.

Membaca Tabel Ranks

Tabel Ranks menampilkan:

  • Negative Ranks
  • Positive Ranks
  • Ties
  • Total

Jika analisis membandingkan post-test terhadap pre-test, maka:

  • Positive Ranks, menunjukkan jumlah responden yang memiliki skor post-test lebih tinggi daripada pre-test.
  • Negative Ranks, menunjukkan jumlah responden yang memiliki skor post-test lebih rendah daripada pre-test.
  • Ties, menunjukkan jumlah responden yang memiliki skor sama pada kedua pengukuran.

Sebagai contoh, apabila diperoleh:

  • Positive Ranks = 9
  • Negative Ranks = 1
  • Ties = 1

Maka terdapat 9 responden dengan skor yang meningkat, 1 responden dengan skor yang menurun, dan 1 responden dengan skor yang tidak berubah. Namun, tabel Ranks tidak cukup untuk menyimpulkan signifikansi statistik. Kesimpulan signifikansi harus didasarkan pada tabel Test Statistics.

Membaca Tabel Test Statistics

Bagian paling penting dalam uji Wilcoxon adalah tabel Test Statistics.

Dalam contoh diatas, nilai:

  • Asymp. Sig. (2-tailed) = 0,004

Kemudian dibandingkan dengan α = 0,05.

Karena 0,004 < 0,05, maka H0 ditolak.

Artinya, terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara skor pre-test dan post-test. Perlu diperhatikan bahwa hasil ini menunjukkan adanya perbedaan statistik, bukan secara otomatis membuktikan bahwa suatu program, pelatihan, atau intervensi efektif.

Posting Komentar